Sebagaimana diberitakan oleh Lombok Post, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) bersama PCNU se-NTB secara bulat mengusulkan TGH Turmudzi Badaruddin atau yang lebih dikenal sebagai Datok Bagu sebagai calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar mendatang.
Usulan tersebut didasarkan pada kapasitas keilmuan, integritas, serta rekam jejak pengabdian Datok Bagu yang dinilai sangat kuat dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Pengasuh Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu itu dikenal memiliki sanad keilmuan yang jelas, pernah menimba ilmu kepada sejumlah ulama terkemuka, baik di Nusantara maupun di Makkah, serta memiliki pengalaman panjang dalam organisasi NU sejak dekade 1970-an.
Selain itu, beliau juga pernah menjadi bagian dari AHWA pada muktamar sebelumnya, sehingga dinilai memahami mekanisme dan tanggung jawab dalam proses pemilihan Rais Aam PBNU. Kiprahnya yang dimulai dari tingkat ranting hingga menjadi Mustasyar PBNU menunjukkan pemahaman yang utuh terhadap kultur dan tradisi organisasi Nahdlatul Ulama.
Di kalangan warga Nahdliyin, Datok Bagu dikenal sebagai ulama yang istiqamah menjaga paham Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, sosok moderat yang merawat tradisi pesantren, serta figur pemersatu yang memiliki kewibawaan moral. Melalui Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, beliau juga telah melahirkan banyak kader ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat yang berkiprah di berbagai bidang.
PWNU NTB selanjutnya akan membangun komunikasi dengan PWNU dan PCNU di berbagai daerah untuk memperkuat dukungan terhadap usulan tersebut. Kehadiran TGH Turmudzi Badaruddin dalam jajaran AHWA PBNU diharapkan dapat menjadi representasi ulama Nusantara yang memiliki kedalaman ilmu, kearifan, dan komitmen kuat dalam menjaga khittah serta marwah Nahdlatul Ulama.
Ada sembilan kiai sepuh NU yang namanya bere-dar menjadi calon anggota AHWA PBNU. Selain TGH Turmudzi Badaruddin, ada nama KH Mustofa Bisri, KH Miftachul Akhyar, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Jazuli, KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Siraj, KH Asep Syaifuddin Chalim, dan KH Nasarud-din Umar.
Sumber: Lombok Post, 16 Juni 2026.












Leave a Reply