Mataram. Rapat Kerja Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Nusa Tenggara Barat yang dirangkaikan dengan bedah buku “Dedikasi dan Spiritualitas Ulama: Revitalisasi Pemikiran dan Perjuangan TGH. Lalu Muhammad Faisal” menjadi ruang penegasan arah baru pendidikan Ma’arif di daerah.
Dalam forum ini, Ketua LP Ma’arif PBNU, Prof. Dr. Ali Ramdhani, memberikan sejumlah arahan strategis yang menitikberatkan pada penguatan kualitas pendidikan berbasis nilai sekaligus kesiapan menghadapi tantangan zaman.Dalam sambutannya, Prof. Ali Ramdhani menegaskan bahwa pengembangan kurikulum tidak boleh berjalan stagnan. Menurutnya, kurikulum harus dirancang secara sehat, relevan, dan adaptif, agar mampu menjawab dinamika sosial sekaligus kebutuhan peserta didik di era modern.
Ia menilai bahwa lembaga pendidikan Ma’arif memiliki tanggung jawab ganda: menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus memastikan lulusannya kompetitif di tengah perubahan global.Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang tidak semata berorientasi pada kompetisi. Baginya, semangat kolaborasi justru menjadi kunci dalam memperkuat integritas dan keberlanjutan pendidikan. “Kompetisi itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah kolaborasi yang saling menguatkan.
Dari situlah integritas pendidikan akan terbentuk,” ujarnya Prof.Ali Ramdhani juga mendorong agar seluruh elemen LP Ma’arif di daerah mampu membangun sinergi lintas lembaga, baik dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga pendidik, maupun penguatan manajemen kelembagaan. Ia menilai, tanpa kolaborasi yang solid, upaya menghadirkan pendidikan berkualitas hanya akan berjalan parsial.
Rapat kerja ini sekaligus menjadi momentum reflektif bagi LP Ma’arif NU NTB untuk merumuskan langkah konkret ke depan, dengan menjadikan arahan pusat sebagai pijakan dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, progresif, dan berakar pada nilai-nilai ke-NU-an.













Leave a Reply