Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin menunjukkan keseriusannya untuk menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Tak hanya dari sisi kelembagaan, kesiapan juga ditegaskan oleh Lembaga Kesehatan NU (LKNU) NTB yang menyatakan dukungan penuh, terutama dalam aspek layanan kesehatan.
Ketua LKNU NTB, dr. Basirun, menegaskan bahwa kesiapan sektor kesehatan telah mencapai tahap optimal. Ia menyebut, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia, seluruhnya dalam kondisi siap mendukung pelaksanaan Muktamar. “Bidang kesehatan adalah faktor pendukung yang tidak kalah penting. Tim medis kami, mulai dari dokter hingga perawat, sudah siap. Termasuk armada ambulans yang akan disiagakan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa LKNU NTB akan segera melakukan koordinasi teknis di lapangan dengan berbagai pihak. Sinergi akan dibangun bersama dinas kesehatan serta seluruh direktur rumah sakit di Pulau Lombok, mencakup Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara, hingga Kota Mataram. “Kami siap berkolaborasi penuh demi memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal selama Muktamar berlangsung,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris LKNU NTB, Kusnadi Unying, menilai bahwa peluang NTB menjadi tuan rumah merupakan langkah strategis yang tepat jika diputuskan oleh PBNU. Menurutnya, penyelenggaraan Muktamar di NTB akan menjadi bagian dari pemerataan syiar NU di berbagai daerah di Indonesia.
“Kalau melihat sejarah, daerah di Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan sudah pernah menjadi tuan rumah. Ini saatnya NU memperluas jangkauan dan memperkuat syiar di kawasan timur Indonesia. Penetapan NTB sebagai tuan rumah adalah bentuk keadilan organisasi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa NTB bukan wilayah yang baru dalam penyelenggaraan agenda besar NU. Sebelumnya, NTB telah sukses menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti kesiapan mental dan kelembagaan PWNU NTB.
Lebih jauh, Kusnadi menyoroti posisi strategis NTB sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang kian berkembang. Kondisi ini dinilai menjadi nilai tambah tersendiri dalam mendukung pelaksanaan Muktamar NU yang diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, PWNU NTB optimistis mampu menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan kesan kuat dalam penguatan peran NU di tingkat nasional.













Leave a Reply