Lombok Tengah – Pondok Pesantren Nurul Qur’an menggelar kegiatan Halal Bi Halal yang berlangsung khidmat pada 11 Syawal, dengan dihadiri berbagai tokoh penting daerah, pimpinan lembaga, serta para wali santri. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus membangun sinergi untuk kemajuan daerah dan bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri, Ketua DPD RI TGH Ibnu Kholil, Ketua MUI Lombok Tengah TGH Muhammad Nur Mukhtar, Ketua FKUB Lombok Tengah TGH Lalu Mala Syar’i, Mudir Ma’had Attamimi TGH L. M. Tamim Khairi, Mudir Ma’had Raudhatul Ulum Bunut Baok TGH Wahab Mustahab Ali, serta perwakilan dari MGPA, ITDC, Baznas Lombok Tengah, GM Raja Hotel, GM Volment, dan para wali santri.
Dalam iftitahnya, Mudirul Ma’had Nurul Qur’an, Dr. TGH Sabarudin Ar., M.Pd., menyampaikan bahwa Halal Bi Halal merupakan agenda rutin pesantren yang dilaksanakan setiap 11 Syawal. Ia menegaskan bahwa kehadiran berbagai pihak, termasuk para general manager, bukan dalam rangka meminta bantuan, melainkan untuk membangun kolaborasi.
“Kami mengundang berbagai pihak bukan untuk meminta, tetapi untuk berkolaborasi dalam memajukan daerah dan negara. Kolaborasi ini penting agar kita bisa saling bahu-membahu dalam pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD RI TGH Ibnu Kholil dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ukhuwah sebagai warisan para pendiri bangsa. Ia mengajak seluruh santri untuk tetap bangga menempuh pendidikan di pesantren.
“Halal Bi Halal ini adalah bagian dari melanjutkan rintisan para founding father kita. Menjaga ukhuwah islamiyah dan bashariyah adalah kewajiban kita bersama. Santri tidak boleh berkecil hati, karena pesantren adalah tempat pendidikan terbaik yang mengajarkan ilmu agama sekaligus ilmu umum,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengajian. Pada pengajian pertama, TGH L. M. Tamim Khairi menyampaikan pesan tentang kemuliaan Al-Qur’an yang tidak boleh disebut sebagai ‘bekas’, karena nilai dan kedudukannya tetap mulia dalam kondisi apapun.
Sedangkan pada pengajian kedua, TGH Lalu Mala Syar’i mengingatkan pentingnya menjaga amalan sunnah, khususnya shalat dua rakaat sebelum tidur. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dalam amalan menjadi bagian dari kesungguhan seorang santri dalam meraih cita-cita, sebagaimana pesan para ulama.
Kegiatan Halal Bi Halal ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh TGH Habiburrahman Faishal, M.M., bersama TGH Muhammad Nur Mukhtar, dengan harapan keberkahan, persatuan, dan kemajuan terus mengiringi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Qur’an.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Nurul Qur’an menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga membangun sinergi dengan berbagai pihak demi kemaslahatan umat dan kemajuan daerah.














Leave a Reply