Gus Yahya Serukan Penguatan Ruhani dan Otoritas Keilmuan Dalam Digdaya NU NTB.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menghadiri kegiatan Digdaya NU yang digelar di Kantor PWNU NTB, Sabtu (21/2/2026) malam.

Acara tersebut diikuti para pengurus dan anggota Nahdlatul Ulama se-Nusa Tenggara Barat. Selain menjadi ajang silaturahmi, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai penguatan organisasi dan konsolidasi spiritual warga nahdliyin.

Dalam arahannya, Gus Yahya menegaskan bahwa NU adalah jam’iyah mubarokah, organisasi yang membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi umat. Ia mengingatkan, berbagai capaian dalam empat tahun terakhir patut disyukuri, namun tanggung jawab ke depan masih besar demi memastikan keberlanjutan perjuangan generasi mendatang.

Menurutnya, fondasi yang sedang dibangun hari ini harus kokoh agar generasi berikutnya dapat melanjutkan dengan lebih ringan. “Karena itu, penting menjaga cahaya NU, yakni agama yang dipahami melalui ta’allum yang bersanad,” ujarnya.

Gus Yahya juga menekankan pentingnya menjaga otoritas keilmuan sebagai warisan para ulama. Mengutip nasihat Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, ia menyampaikan:

“Innakum qad akhadztum al-‘ulūma ‘amman qablakum, wa akhadza man qablakum ‘amman qablahum bisanadin muttasilin ilaykum, fa antum khuzzanuha wa abwabuha.”

Artinya, para ulama menerima ilmu dari generasi sebelumnya melalui sanad yang bersambung. Karena itu, merekalah penjaga sekaligus pintu-pintu ilmu tersebut.Pesan tersebut, kata dia, menegaskan bahwa ilmu agama harus dijaga keabsahannya dan diwariskan melalui jalur yang sah.

Tak hanya itu, Gus Yahya turut menyoroti pentingnya al-quwwah ar-ruhiyyah atau kekuatan spiritual sebagai fondasi kepemimpinan. Ia mengingatkan bahwa kapasitas akademik semata tidak cukup tanpa kedalaman ruhani.

“Tidak cukup hanya menjadi profesor atau memiliki otoritas agama. Jangan sampai membuat kebijakan tanpa pijakan syariat dan tanpa penguatan ruhani. Jika kita berkhidmah sungguh-sungguh lillāhi ta‘ālā, insyaallah NU akan terus bersinar,” tuturnya.

Ketua PWNU NTB, Prof Masnun, menambahkan bahwa kekuatan lahiriah dan intelektual harus berjalan beriringan dengan kekuatan spiritual.

“Tidak cukup lahiriah, tidak cukup otoritas epistemik, tetapi juga harus ada al-quwwah ar-ruhiyyah,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran Gus Yahya yang rutin berkunjung ke NTB menjadi bukti kedekatan emosional sekaligus komitmen dalam membina dan mengembangkan NU di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *