Mataram, nuntb.or.id –– Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Doa Bersama dalam rangka peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi yang dirangkaikan dengan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) ke-V.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 itu mengusung tema Penguatan Kepemimpinan Kader Ansor sebagai Pilar Pembangunan Organisasi.
Ketua PW GP Ansor NTB, Dr. Irpan Suriadiata, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada masa kepengurusan saat ini, PW GP Ansor NTB memfokuskan agenda kerja pada dua hal utama, yakni kaderisasi dan konsolidasi struktur organisasi.
“Kami menetapkan kaderisasi sebagai agenda prioritas. Setiap kabupaten dan kota melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) minimal satu kali dalam sebulan. Alhamdulillah, kaderisasi sudah berjalan dari ujung Bima hingga Ampenan,” ujar Irfan.
Ia menjelaskan, PKD didesain untuk dilaksanakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) secara bergiliran di seluruh NTB. Bahkan, di beberapa daerah, kaderisasi telah berkembang hingga tingkat ranting.
“Di Lombok Tengah sudah ada persiapan PKD di tingkat ranting. Ini menunjukkan bahwa kekuatan sumber daya organisasi kita semakin baik,” katanya.
Selain kaderisasi, PW GP Ansor NTB juga melakukan penguatan dan konsolidasi struktur. Saat ini, GP Ansor telah terbentuk di seluruh kecamatan se-NTB, bahkan sebagian sudah memiliki kepengurusan ranting.
“Alhamdulillah sekarang Ansor itu sudah tersebar di semua kecamatan se provinsi NTB,”katanya.
Penguatan struktur juga diarahkan pada pengembangan badan dan lembaga pendukung, seperti Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor, dan Rijalul Ansor. Irfan menyebutkan, LBH Ansor kini telah hadir di 59 desa di NTB dan terus akan diperluas.
“ini kita lakukan karena kita cinta terhadap daerah kita, bentuk kontribusi ril kita didalam pembangunan daerah itu adalah dengan cara kita melakukan kaderisasi, mencerdaskan kehidupan bangsa, menciptakan kader-kader yang memiliki kemampuan, pengetahuan. baik itu secara teoritis maupun secara praktis,” tegasnya.
Irpan menambahkan, GP Ansor sejak awal memang diproyeksikan sebagai mitra strategis pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam mendukung pembangunan dan masa depan bangsa.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan bangsa.
Ia menyebutkan, bahwa sekitar 22 persen dari total penduduk Indonesia merupakan pemuda, sebuah potensi besar yang hanya akan bermakna jika dikelola melalui proses kaderisasi yang terencana, berjenjang, dan berkelanjutan.
Menurut Iqbal, kaderisasi bukan sekadar kebutuhan jangka pendek organisasi, melainkan investasi strategis jangka panjang bagi gerakan sosial, pembangunan daerah dan masa depan bangsa.
“Proses stabilisasi dan pelatihan kader, dari tahap awal hingga lanjutan, harus dipahami sebagai upaya peningkatan kapasitas komunitas, bukan sekadar formalitas struktural. Perubahan yang efektif hanya bisa lahir dari niat baik yang dibarengi dengan kemampuan yang baik. Dengan itu, politik dan gerakan sosial dapat menjadi ruang pengabdian yang sehat dan produktif,” Kata Gubernur Iqbal.
Ke depan, Gubernur Iqbal berharap pelatihan kaderisasi dapat terus diperluas hingga ke tingkat paling bawah dengan muatan konteks lokal, mulai dari informasi, kebudayaan hingga tantangan sosial khas daerah.
Ketua Tanfidziyah PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat eksistensi dan kesinambungan organisasi.
Ia menegaskan, bahwa dinamika sejarah Islam yang dipenuhi ragam mazhab dan pemikiran menuntut sikap dewasa, pengendalian diri serta pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai keilmuan dan kepemimpinan dalam menjalankan peran organisasi di tengah perubahan zaman.
“Generasi muda adalah penerus amanah yang akan menghadapi transformasi sosial, politik, dan kebudayaan, sehingga harus disiapkan dengan nilai dan kapasitas yang utuh demi kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa,” .
Melalui kegiatan ini, GP Ansor NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi dan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah. Momentum Harlah NU ke-100 juga menjadi pengingat pentingnya peran pemuda dalam menjaga kesinambungan gerakan, memperkokoh persatuan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan masa depan bangsa.














Leave a Reply