Menjaga Tradisi NU: Dari Klasik Ke Digital

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Dr. Nursyamsu, M.Ud (Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin Dan Studi Agama)

Nahdlatul Ulama (NU) memasuki abad kedua versi tahun Masehi (31 Januari 1926-31 Januari 2026 M). membawa warisan besar berupa tradisi keilmuan, spiritualitas, dan kebudayaan Islam yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat sesuai dengan kearifan lokal. Dan tidak alergi dengan perkembangan zaman atau modernitas. 

Prinsip dan Kaidah al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdu bi al-jadid al-ashlah untuk merespons perubahan dan perkembangan zaman. NU manjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik/maslahat.

Tradisi klasik NU seperti pesantren, pengajian kitab kuning, bahtsul masail, dan amaliyah keagamaan bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan fondasi peradaban.  Tantangannya hari ini bukan meninggalkan tradisi tersebut, melainkan menjaganya agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Era digital menghadirkan tantangan baru. Perubahan cara berkomunikasi, belajar, dan beragama menuntut NU untuk melakukan transformasi tanpa kehilangan jati diri. Tradisi klasik yang selama ini berlangsung secara tatap muka perlu menemukan bentuk baru di ruang digital, tanpa kehilangan kedalaman ilmu dan adab keilmuan. Di sinilah pentingnya menjembatani tradisi klasik NU dengan tradisi modern yang berbasis teknologi, literasi media, dan keterbukaan informasi. Menggunakan media sosia sebagai media dakwah menyebarkan siar rahmatan lil alamin, seperti Youtube, facebook, instagram dan lain-lain.

Modernitas tidak harus dimaknai sebagai westernisasi atau pengikisan nilai-nilai pesantren. Justru, modernitas dapat menjadi sarana memperluas dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin yang selama ini diperjuangkan NU. Pesantren yang melek teknologi, ulama yang aktif di ruang publik digital, serta kader muda NU yang kreatif dan kritis adalah bentuk nyata dari sintesis antara tradisi klasik dan tradisi modern.

Menjaga NU berarti memastikan jamaah dan jamiyah memahami prinsip tradisi klasik dan era modern. Modern  tidak memutus mata rantai keilmuan dan spiritualitas yang telah diwariskan para ulama. Begitu juga tradisi klasik harus diberi ruang untuk beradaptasi, berkembang, dan berdialog dengan realitas kekinian. Jangan sampai NU terjebak pada romantisme masa lalu dan kehilangan akar akibat modernisasi yang tidak terkendali.

Memasuki abad kedua NU tetap menjadi penjaga wasathiyah, Jalan tengah yang selama ini ditempuh NU antara klasik dan modern harus terus dirawat. Sebab, di situlah kekuatan NU sesungguhnya: tradisi yang hidup, dinamis, dan selalu berpihak pada kemaslahatan umat serta keutuhan bangsa dan negara.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Puncak Tri Ukhuwah, Menguji Ukhuwah Bashariyah KH Ahmad Shiddiq di Tengah Krisis Empati Indonesia.
Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU Ke- 35 Seri (II)
Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU ke- 35 (Muktamar Bukan Arena Rebutan Prestise, Melainkan Ikhtiar Menjaga Marwah Jam’iyyah)
Idul Adha dan Rahasia di Balik Ujian, Mengapa Pertolongan Selalu Datang di Detik Terakhir?
PBNU Sebut NTB Paling Semangat dan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Mendatang.
Menimbang Film Pesta Babi dalam Perspektif Ushul Fiqih, Kritik Sosial dan Mafsadah Publik.
Tafsir Surah Ali Imran 140 dan Realitas Hidup yang Terus Berputar.
Khutbah di Istiqlal, Prof. Dr. Masnun Tahir M. A,g Ajak Umat Bijak Menggunakan Fintech di Era Digital

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:30

Puncak Tri Ukhuwah, Menguji Ukhuwah Bashariyah KH Ahmad Shiddiq di Tengah Krisis Empati Indonesia.

Senin, 6 Juli 2026 - 09:01

Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU Ke- 35 Seri (II)

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:57

Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU ke- 35 (Muktamar Bukan Arena Rebutan Prestise, Melainkan Ikhtiar Menjaga Marwah Jam’iyyah)

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:25

Idul Adha dan Rahasia di Balik Ujian, Mengapa Pertolongan Selalu Datang di Detik Terakhir?

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:47

PBNU Sebut NTB Paling Semangat dan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Mendatang.

Berita Terbaru

Uncategorized

PONPES QAMARUL HUDA BAGU SIAP MENJADI TUAN RUMAH MUKTAMAR NU 35

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:46