Yenny Wahid : Aset Terbesar NU Adalah Manusia dan Nilai, Bukan Sekadar Bangunan

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tebuireng, Jombang Jawa Timur, 17 Desember 2025 —
Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 Republik Indonesia KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menegaskan bahwa aset terbesar Nahdlatul Ulama (NU) bukanlah gedung, tanah, maupun kekayaan material, melainkan manusia, nilai, dan tradisi yang hidup di dalam organisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Yenny Wahid dalam pidatonya pada Haul Gusdur ke-16. Dalam pidatonya tersebut, ia mengingatkan bahwa kekuatan NU selama ini bertumpu pada jamaah, santri, kader, dan warga NU yang setia menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

Menurut Yenny Wahid, keberadaan aset fisik memang penting sebagai penunjang aktivitas organisasi. Namun, hal itu tidak boleh disalahartikan sebagai inti kekuatan NU. Justru nilai-nilai keislaman yang diwariskan para ulama NU seperti tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil) merupakan fondasi utama yang menjaga NU tetap relevan dan diterima oleh berbagai kalangan.

Ia juga menekankan bahwa warisan pemikiran, sanad keilmuan, serta keteladanan para kiai dan ulama NU adalah aset yang tidak ternilai dan tidak dapat digantikan oleh materi apa pun. Aset inilah yang membentuk karakter NU sebagai organisasi keagamaan, sosial, dan kebangsaan yang mengakar kuat di masyarakat.

Lebih lanjut, Yenny Wahid mengingatkan pentingnya peran generasi muda NU dalam merawat dan menjaga aset tersebut. Tanpa kaderisasi yang berkelanjutan dan kesadaran terhadap nilai perjuangan, NU berisiko kehilangan ruh perjuangannya meskipun memiliki nama besar dan infrastruktur yang megah.

Dengan demikian, pesan utama yang disampaikan adalah bahwa NU akan tetap kokoh selama manusianya dirawat, nilainya dijaga, dan tradisinya terus dihidupkan. Sebaliknya, jika nilai dan kaderisasi diabaikan, maka kekuatan NU akan melemah dari dalam.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Puncak Tri Ukhuwah, Menguji Ukhuwah Bashariyah KH Ahmad Shiddiq di Tengah Krisis Empati Indonesia.
Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU Ke- 35 Seri (II)
Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU ke- 35 (Muktamar Bukan Arena Rebutan Prestise, Melainkan Ikhtiar Menjaga Marwah Jam’iyyah)
Gelombang Dukungan Menguat, NTB Makin Dekat Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke- 35
IPNU NTB Teguhkan Komitmen Dukungan NTB Tuan Rumah Muktamar NU Ke – 35
Sinergi LKNU NTB, HIMA Farmasi UNIQHBA, dan IAI Loteng Layani Kesehatan Warga
Munas-Konbes Berakhir, KH Nurul Huda Djazuli Serukan Persatuan dan Penguatan Pesantren
Jelang Muktamar Ke-35, Dukungan Untuk NTB Menguat di Munas- Konbes.

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:30

Puncak Tri Ukhuwah, Menguji Ukhuwah Bashariyah KH Ahmad Shiddiq di Tengah Krisis Empati Indonesia.

Senin, 6 Juli 2026 - 09:01

Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU Ke- 35 Seri (II)

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:57

Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU ke- 35 (Muktamar Bukan Arena Rebutan Prestise, Melainkan Ikhtiar Menjaga Marwah Jam’iyyah)

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:16

Gelombang Dukungan Menguat, NTB Makin Dekat Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke- 35

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:29

Sinergi LKNU NTB, HIMA Farmasi UNIQHBA, dan IAI Loteng Layani Kesehatan Warga

Berita Terbaru

Uncategorized

PONPES QAMARUL HUDA BAGU SIAP MENJADI TUAN RUMAH MUKTAMAR NU 35

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:46