Satu Abad Nahdatul Ulama: Menjaga Tradisi, Menjawab Tantangan Zaman.

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Jaswadi Tahir, MH. (Sekertaris PAC GP Ansor BatuKliang)

Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama satu abad merupakan momentum historis dan reflektif atas perjalanan panjang khidmah NU bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. Selama seratus tahun, NU telah membuktikan dirinya sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang istiqamah menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus adaptif dalam merespons perubahan zaman.

Dinamika sosial, politik, ekonomi, dan teknologi yang terus bergerak cepat menghadirkan tantangan baru bagi umat. Globalisasi, digitalisasi informasi, krisis moral, hingga polarisasi sosial menuntut kehadiran nilai-nilai keislaman yang moderat dan menyejukkan. Dalam konteks inilah NU tampil sebagai penjaga keseimbangan—mengakar kuat pada tradisi ulama, namun terbuka terhadap inovasi dan kemajuan.

Satu abad NU adalah bukti bahwa Islam dan kebangsaan dapat berjalan seiring, saling menguatkan, dan saling menjaga. Dengan prinsip tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal, NU berperan aktif merawat persatuan, mengawal demokrasi, serta menjaga harmoni kehidupan berbangsa di tengah keberagaman.

Memasuki abad kedua, tantangan NU tidak lagi hanya bersifat lokal, tetapi juga global. Arus ideologi transnasional, disrupsi budaya, serta perubahan pola kehidupan generasi muda menjadi ujian sekaligus peluang. Oleh karena itu, NU dituntut untuk memperkuat literasi keagamaan, transformasi digital, serta kaderisasi yang berkelanjutan tanpa kehilangan jati diri pesantren dan nilai-nilai luhur para muassis.

Harlah satu abad ini menjadi penegasan bahwa NU bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan masa depan. Dengan semangat khidmah dan keikhlasan, NU terus melangkah menjaga tradisi, menjawab tantangan zaman, dan menghadirkan Islam rahmatan lil ‘alamin bagi Indonesia dan dunia.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah Nahdlatul Ulama, menguatkan perannya di tengah dinamika zaman, serta menjadikannya pilar peradaban yang adil, damai, dan bermartabat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Puncak Tri Ukhuwah, Menguji Ukhuwah Bashariyah KH Ahmad Shiddiq di Tengah Krisis Empati Indonesia.
Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU Ke- 35 Seri (II)
Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU ke- 35 (Muktamar Bukan Arena Rebutan Prestise, Melainkan Ikhtiar Menjaga Marwah Jam’iyyah)
Idul Adha dan Rahasia di Balik Ujian, Mengapa Pertolongan Selalu Datang di Detik Terakhir?
PBNU Sebut NTB Paling Semangat dan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Mendatang.
Menimbang Film Pesta Babi dalam Perspektif Ushul Fiqih, Kritik Sosial dan Mafsadah Publik.
Tafsir Surah Ali Imran 140 dan Realitas Hidup yang Terus Berputar.
Khutbah di Istiqlal, Prof. Dr. Masnun Tahir M. A,g Ajak Umat Bijak Menggunakan Fintech di Era Digital

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:30

Puncak Tri Ukhuwah, Menguji Ukhuwah Bashariyah KH Ahmad Shiddiq di Tengah Krisis Empati Indonesia.

Senin, 6 Juli 2026 - 09:01

Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU Ke- 35 Seri (II)

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:57

Menyikapi Perdebatan Tuan Rumah Muktamar NU ke- 35 (Muktamar Bukan Arena Rebutan Prestise, Melainkan Ikhtiar Menjaga Marwah Jam’iyyah)

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:25

Idul Adha dan Rahasia di Balik Ujian, Mengapa Pertolongan Selalu Datang di Detik Terakhir?

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:47

PBNU Sebut NTB Paling Semangat dan Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Mendatang.

Berita Terbaru

Uncategorized

PONPES QAMARUL HUDA BAGU SIAP MENJADI TUAN RUMAH MUKTAMAR NU 35

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:46