Peringati Maulid Nabi, PWNU NTB Gelar Istighotsah untuk Kesembuhan TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin
Admin
Tim Redaksi / Kontributor Resmi PWNU NTB
MATARAM — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan istighotsah dan doa bersama untuk kesembuhan Rais Syuriah PWNU NTB, al-Mukaram TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, bertepatan dengan 23 Rabi’ul Awal 1448 Hijriah, di Aula TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin, Lantai 1 Kantor PWNU NTB. Acara dimulai pukul 18.00 WITA setelah pelaksanaan Salat Magrib berjamaah dan berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WITA.
Ketua Tanfidziyah PWNU NTB, Prof. TGH. Masnun Tahir, dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan kesembuhan TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin yang saat ini masih menjalani perawatan.
“Kita doakan guru kita. Alhamdulillah, kemarin juga sudah dimintakan doa di lokasi Muktamar NU,” ujar Prof. Masnun.
Ia menyampaikan, apabila tidak ada kendala dan kondisi kesehatan memungkinkan, TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin diharapkan dapat kembali ke NTB dalam waktu dekat.
“Kalau tidak ada halangan, insyaallah beliau balik hari Senin atau Selasa ke NTB, sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.
Selain doa untuk kesembuhan Rais Syuriah PWNU NTB, Prof. Masnun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader, dan warga NU NTB yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
“Atas nama pengurus wilayah, tentunya kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi sahabat semua dalam Muktamar kemarin. Bahwa NTB, di setiap pojok ada NTB,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran warga NU NTB dalam Muktamar NU menjadi bagian penting dalam menunjukkan kekompakan dan kontribusi NU NTB dalam agenda organisasi di tingkat nasional.
Lestarikan Tradisi Ahlussunnah wal Jamaah
Prof. Masnun juga menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang telah mengakar di kalangan Nahdlatul Ulama.
“Kedua, dalam rangka melestarikan tradisi Aswaja, kita merayakan Maulid Nabi. Ini tradisi yang baik,” tuturnya.
Ia mengajak jamaah untuk terus menjaga tradisi tersebut sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Jangankan Nabi Besar Muhammad, anak kita lahir saja sudah bahagia. Semua bahagia,” kata Prof. Masnun.
Peringatan Maulid Nabi tersebut kemudian dilanjutkan dengan istighotsah dan doa bersama. Jamaah secara khusus memanjatkan doa agar TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin diberikan kesehatan, kekuatan, dan segera memperoleh kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas dan bersama-sama dengan keluarga besar NU NTB.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi keluarga besar PWNU NTB untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui tradisi keagamaan yang telah diwariskan para ulama.
Tinggalkan Balasan