Sabtu, 12 September 2026
“Melanjutkan Pengabdian, Menggapai Bukti Bakti”
Logo Resmi PWNU NTB

NAHDLATUL ULAMA

Nusa Tenggara Barat

Beranda
Profil
Struktur
Lembaga
Banom
Warta Keislaman
Daerah Agustus 19, 2026 2 menit baca

Peringati HUT ke-81 RI, Anak Muda NU NTB Gelar Zikir dan Doa untuk Masyarakat NTT

Raden Ziad

Tim Redaksi / Kontributor Resmi PWNU NTB

Mataram nuonlinentb.- Anak Muda Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar zikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk solidaritas kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang menghadapi bencana.

Zikir dan doa bersama itu tidak hanya dimaknai sebagai rangkaian peringatan kemerdekaan. Bagi para peserta, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang kembali perjalanan bangsa sekaligus meneladani perjuangan para ulama dan santri yang turut mengambil bagian dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Koordinator Acara kegiatan yang juga Direktur Akar Bangsa, Fidar Khairul Diaz, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

“Acara kami gelar mengingat para ulama dan santri telah berjuang mengusir penjajah. Ini bagian dari refleksi untuk mengingat kembali perjuangan para pejuang,” ujar Fidar.

Dalam kegiatan tersebut, doa juga secara khusus dipanjatkan bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah. Fidar menyebut solidaritas itu tidak terlepas dari pengalaman masyarakat NTB ketika menghadapi gempa bumi pada 2018.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat masyarakat NTB memahami bahwa bencana bukan hanya persoalan daerah yang terdampak, melainkan juga panggilan kemanusiaan bagi daerah lain untuk hadir memberikan dukungan.

“Doa bersama ini kita laksanakan karena NTB pernah merasakan gempa dahsyat pada tahun 2018. Kami ingin menguatkan saudara-saudara kita di NTT. NTT bisa bangkit,” katanya.

Fidar berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam memperingati kemerdekaan. Lebih dari itu, zikir dan doa bersama diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa kepedulian serta memperkuat ikatan persaudaraan antarsesama anak bangsa.

“Kita ingin menunjukkan bahwa ketika saudara kita mengalami musibah, kita tidak tinggal diam. Doa dan dukungan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menguatkan mereka,” tambahnya.

Sejumlah tokoh dan perwakilan berbagai unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Anak Muda NU NTB M. Ziad Mustafid, Presiden Sahabat Muda NTB Kusnadi Unying, Dosen Kewarganegaraan Universitas Mataram (Unram) Drs. Ilyas Salman, serta perwakilan Kepolisian Nusa Tenggara Barat, Tono.Kegiatan itu juga dihadiri Edi Irawan, mantan Ketua PC PMII Mataram periode 2024–2025. Keua KNPI Kota Mataram Lalu Renggi.

Semangat kemerdekaan dalam kegiatan tersebut kemudian diletakkan dalam konteks yang lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya dipandang sebagai warisan sejarah yang setiap tahun diperingati, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga persaudaraan, membantu sesama, dan menghadirkan kepedulian ketika masyarakat lain sedang menghadapi kesulitan.

 

Facebook Comments Box
Bagikan Informasi Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *