RMB UIN Mataram Gandeng Densus 88 Mabes Polri AT NTB : Gelar Apel Bersama SMPN 6 Mataram Perkuat Spirit Moderasi Beragama Berbasis Ekoteologi.

MATARAM – Apel bersama yang bertema memperkuat spirit nasionalsme dan ekoteologi bersama siswa-siswi SMPN 6 Kota Mataram. Rumah Moderasi Beragama UIN Mataram yang diwakili oleh Dimas Hidayatullah Wildan dan Fathurrahman bersama Densus 88 Mabes Polri AT Nusa Tenggara Barat Ahmad Rijal hadir memberikan sosialisasi terkait dengan tantangan kebangsaan di Indonesia pada umumnya, dan Nusa Tenggara Barat khususnya. (12/1/3026)

Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Mataram Cahyo Wirawan memberikan apresiasi atas kehadiran dari RMB UIN Mataram yang merupakan bagian dari Duta Cegah Satgaswil Densus 88 beserta anggota Densus 88 Mabes Polri AT NTB. Harapan besarnya adalah siswa-siswi semakin sadar akan tantangan dan bahaya sikap intoleran yang terjadi di kalangan pelajar akibat terbukanya ruang interaksi digital.

“Saya ucapkan terima kasih kepada RMB UIN Mataram dan Densus 88 atas kehadirannya. Saya berharap ini menjadi tambahan informasi untuk siswa-siswi kami terkait dengan sikap intoleran yang mengancam keamanan Negara.” ucapnya.

Kemudian Densus 88 Ahmad Rijal juga menyampaikan bahwa ruang besar yang menjadi sasaran dalam menjaring anggota kelompok radikalisme teror adalah media sosial, termasuk di dalam game-game online. Ini merupakan temuan baru dari Densus 88 atas praktik baru sistem rekrutmen anggota kelompok teror.

“Ruang yang menjadi perhatian besar kami adalah media sosial dan game online. Praktik baru ini telah dilakukan oleh kelompok teror dalam menjaring anggota dari kalangan pelajar hingga Mahasiswa. Ini yang tentunya wajib kita waspadai dan awasi bersama oleh guru maupun orang tua semua.” tegasnya dalam sambutan Apel.

Rumah Moderasi Beragama UIN Mataram Dimas Hidayatullah Wildan juga memberikan keterangan bahwa semakin hari kita tergerus dalam bahaya intoleransi, bahkan anti terhadap NKRI. Ini terjadi bukan hanya di orang dewasa, namun juga kepada pelajar-pelajar sekolah.

“Kita mungkin selama ini menganggap bahwa tidak ada tantangan untuk Indonesia. Tapi nyatanya sebenarnya kita berada dalam degradasi sikap toleransi dan nasionalisme yang memudar akan kecintaan terhadap NKRI. Kita paham betul bahwa ini adalah ujian besar bukan hanya untuk masyarakat Indonesia yang dewasa namun juga pelajar yang muda-muda seperti siswa-siswi SMPN 6 Kota Mataram.” pungkas Dosen UIN Mataram tersebut.

Mari kita jaga NKRI dengan semangat persatuan dan harmonisasi antar umat beragama demi Indonesia emas 2045 yang akan datang.

Kontributor : Fathurrahman

Editor : Ahmad Imamul Huda

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *