PWNU NTB Serukan Penguatan Toleransi Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Mataram – Menjelang perayaan Hari Raya Natal 2025 dan memasuki Tahun Baru 2026, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah, merawat kebhinekaan, serta memperkuat sikap toleransi antarumat beragama di Nusa Tenggara Barat.

Sekretaris PWNU NTB, Lalu Daud Nurjadi, menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah merupakan hak setiap warga negara yang wajib dijaga secara bersama-sama. Menurutnya, momentum akhir tahun ini harus menjadi ruang refleksi kedewasaan masyarakat dalam beragama dan bernegara.

“Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk turut berperan aktif menjaga suasana yang sejuk, aman, dan damai. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita menampilkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam yang mengayomi dan menghormati perbedaan,” ujar Lalu Daud dalam keterangan resmi PWNU NTB di Mataram, Rabu (24/12/2025).

Tekankan Nilai Ukhuwah

PWNU NTB kembali mengingatkan pentingnya nilai-nilai persaudaraan yang menjadi ajaran utama Nahdlatul Ulama, yakni Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah. Dalam konteks perayaan Natal, Ukhuwah Wathaniyah dan Basyariyah dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial.

Perbedaan keyakinan, menurut PWNU NTB, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NTB dikenal sebagai daerah yang religius. Oleh karena itu, religiusitas tersebut harus tercermin dalam sikap saling menghormati dan menghargai antarumat beragama. Jangan sampai ada tindakan yang dapat mencederai kerukunan dan keharmonisan yang selama ini terjaga,” tegasnya.

Banser Siap Dukung Pengamanan Natal

Sebagai wujud komitmen nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, PWNU NTB menginstruksikan badan otonom NU, khususnya Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan TNI dan Polri.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Banser diminta untuk bersiaga membantu pengamanan di sejumlah titik dan tempat ibadah apabila diperlukan, guna memastikan umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan khidmat.

“Pengamanan ini merupakan bagian dari tradisi kemanusiaan yang terus dirawat Nahdlatul Ulama sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa, negara, dan nilai-nilai kemanusiaan,” pungkas Lalu Daud.

Sumber : metrontb.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *