Mataram — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat bersama LAZISNU NTB menggelar peringatan Nisfu Sya’ban yang dirangkaikan dengan pembacaan Surah Yasin, tausiyah, dan doa bersama, serta santunan kepada 50 anak yatim piatu dan dhuafa, sekaligus memperingati Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula TGH. Lalu Turmudzi Badaruddin, Kantor PWNU NTB, dan dihadiri oleh jajaran Pengurus PWNU NTB, unsur lembaga, serta badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama se-Nusa Tenggara Barat. Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan khas tradisi Nahdliyyin.
Dalam sambutannya, Ketua PWNU NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir menegaskan pentingnya konsistensi dan keistiqamahan dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama. Menurutnya, perjuangan di NU adalah jalan panjang pengabdian yang tidak berhenti pada momentum seremonial semata.
“Berjuang di Nahdlatul Ulama harus dilakukan secara konsisten dan istiqamah, bahkan sampai kita masuk liang lahat sekalipun,” tegasnya. Senin (2/22026)
Prof. Masnun Tahir juga mendorong seluruh badan otonom NU, lembaga PWNU, dan kader-kader NU untuk terus menggiatkan kegiatan keagamaan dan sosial secara masif hingga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Ia menegaskan bahwa pola gerakan tersebut merupakan bagian dari tradisi NU dalam merawat jam’iyyah dan khidmah kepada umat.
Sementara itu, Sekretaris LAZISNU NTB, I Gusti Abdul Aziz, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan rumah besar yang ramah bagi semua kalangan, sekaligus rumah kasih sayang bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Menurutnya, LAZISNU hadir sebagai motor penggerak khusus dalam kerja-kerja kemanusiaan tersebut.
“Momentum malam Nisfu Sya’ban ini kami jadikan sebagai ruang berbagi. LAZISNU NTB memberikan santunan kepada 50 anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk implementasi nilai humanity care yang menjadi ruh gerakan NU,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh munfiq dan mushaddiq yang telah mempercayakan LAZISNU NTB sebagai lembaga penyalur zakat, infak, dan sedekah.
“Kepercayaan ini adalah amanah besar yang akan terus kami jaga untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang doa dan refleksi di malam Nisfu Sya’ban, tetapi juga menegaskan wajah Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah yang hidup di tengah umat. Melalui tradisi keagamaan yang dirawat dan kepedulian sosial yang terus digerakkan, PWNU NTB bersama LAZISNU kembali menunjukkan bahwa khidmah NU selalu berpijak pada nilai kasih sayang, kebersamaan, dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan.














Leave a Reply