Lombok Tengah — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Tengah memperingati Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Kantor PCNU Lombok Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi warga Nahdliyin dalam meneguhkan kembali peran NU dalam mengawal perjalanan Indonesia menuju peradaban yang mulia.
Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, peringatan harlah tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU Lombok Tengah, mulai dari Rais Syuriyah, pengurus Tanfidziyah, hingga warga Nahdliyin dan Nahdliyat. Kehadiran warga NU tersbut mencerminkan kuatnya tradisi dan kultur Nahdlatul Ulama di Lombok Tengah.
Rangkaian acara diawali dengan zikir dan doa bersama yang dipanjatkan untuk kemaslahatan warga NU secara khusus, serta keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia secara umum. Suasana khidmat menandai bahwa peringatan harlah NU bukan sekadar seremonial, melainkan ruang spiritual dan refleksi bersama.
Ketua PCNU Lombok Tengah yang juga Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri, dalam sambutannya menyinggung berbagai program pemerintah seperti Koperasi Merah Putih, MBG, dan sejumlah kebijakan strategis lainnya. Menurutnya, semangat dari program-program tersebut sejalan dengan visi besar Nahdlatul Ulama, yakni mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban mulia.(04/02/2026)
Sementara itu, Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag, menegaskan bahwa tugas utama NU dari masa ke masa tidak pernah berubah, yakni memperbaiki umat dan membangun peradaban. NU, kata beliau , harus terus hadir memperbaiki ummat dan keluar dari seremoni menuju tranformasi dan menjaga tradisi.
Acara kemudian ditutup dengan tausiyah sekaligus doa yang disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah, TGH. Ma’arif Makmun Diranse. Dalam tausiyahnya, ia mengajak warga Nahdliyin untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, merawat persatuan, serta memperkuat khidmah NU bagi umat dan bangsa.Peringatan satu abad NU di Lombok Tengah ini menjadi penegasan bahwa NU tidak hanya menjaga warisan tradisi, tetapi juga terus bergerak aktif dalam merawat Indonesia dan membangun peradaban yang mulia.














Leave a Reply