Mataram -Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat menggelar peringatan Nisfu Sya’ban yang dirangkaikan dengan pembacaan Surah Yasin, tausiyah, doa bersama, serta santunan kepada 50 anak yatim piatu, sekaligus peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini berlangsung di Aula TGH. Lalu Turmudzi Badaruddin, Kantor PWNU NTB, Senin 2 januari 2026
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus PWNU NTB, unsur lembaga, serta badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama se-Nusa Tenggara Barat. Suasana berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai spiritual khas tradisi Nahdlatul Ulama.
Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, dalam sambutannya menegaskan bahwa berkhidmat di Nahdlatul Ulama menuntut konsistensi dan keistiqamahan. Menurutnya, perjuangan di NU bukanlah ruang mencari kepentingan sesaat, melainkan jalan pengabdian yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan.
“Berjuang di Nahdlatul Ulama harus dilakukan secara konsisten dan istiqamah, bahkan sampai kita masuk liang lahat sekalipun,” ujar Prof. Masnun Tahir.
Ia juga mendorong seluruh badan otonom, lembaga PWNU, dan kader-kader Nahdlatul Ulama untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan dan sosial secara masif hingga menyentuh lapisan masyarakat paling bawah. Menurutnya, gerakan yang langsung menyatu dengan umat merupakan ciri khas sekaligus tradisi yang diwariskan para muassis NU.
“Inilah cara NU merawat tradisi, merawat umat, dan menjaga keberlangsungan jam’iyyah dari generasi ke generasi,” imbuhnya.
Momentum Nisfu Sya’ban ini menjadi pengingat bahwa Nahdlatul Ulama tumbuh dan bertahan bukan semata karena struktur organisasi, melainkan karena khidmah yang dijalani dengan keikhlasan.














Leave a Reply