Mataram, 14 Februari 2026 — Ketua Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH Sabarudin Ar. M.Pd, resmi dilantik sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi NTB periode 2026–2031.
Pelantikan dilaksanakan pada Jumat (14/2/2026) dan dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, bertempat di Islamic Center Mataram, disaksikan oleh jajaran Forkopimda NTB, pimpinan OPD, tokoh ulama, pimpinan ormas Islam, serta para penggiat dan pembina Al-Qur’an se-NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menegaskan bahwa LPTQ memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia NTB, khususnya dalam membentuk generasi yang unggul secara spiritual, intelektual, dan moral.
“LPTQ bukan sekadar lembaga penyelenggara MTQ, tetapi instrumen penting pembangunan peradaban. Pemerintah Provinsi NTB menaruh harapan besar agar LPTQ menjadi motor utama dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi sekaligus berakhlak,” tegas Gubernur.
Gubernur juga mendorong agar kepengurusan baru mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, tidak tergantung momentum lomba, serta mampu bersaing secara nasional dengan provinsi-provinsi unggulan lainnya.
Sementara itu, dalam sambutan perdananya sebagai Ketua LPTQ NTB, Dr. TGH Sabarudin Ar. M.Pd menyampaikan arah kebijakan dan visi strategis LPTQ NTB periode 2026–2030.
Ia menegaskan bahwa fokus utama LPTQ NTB adalah prestasi MTQ nasional yang terukur, dengan target NTB mampu masuk tiga besar nasional secara konsisten, serta melahirkan juara-juara unggulan pada cabang-cabang strategis.
Pembinaan, lanjutnya, tidak lagi bersifat musiman, melainkan akan dilakukan melalui pemusatan latihan jangka panjang, try out nasional, serta penyusunan roadmap juara di setiap cabang lomba.
Dari sisi kelembagaan, LPTQ NTB akan diperkuat secara sistemik melalui SOP baku, database digital terpadu, akademi hakim MTQ, serta manajemen berbasis kinerja dan evaluasi objektif.
“Anggaran harus kita posisikan sebagai investasi prestasi, bukan sekadar belanja kegiatan. Prinsipnya adalah efisiensi, akuntabilitas, dan dampak jangka panjang bagi pembinaan Al-Qur’an di NTB,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya transformasi kelembagaan.
“LPTQ NTB harus bergerak dari ketergantungan figur menuju institusi profesional—lembaga yang kuat secara sistem, berkelanjutan lintas kepengurusan, dan mampu diwariskan lintas generasi,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Dr. TGH Sabarudin Ar. M.Pd berharap kepengurusan baru LPTQ NTB dapat menjadi wasilah khidmah terbaik bagi umat.
“Semoga Allah SWT meneguhkan niat kita, meluruskan langkah kita, dan menjadikan ikhtiar ini sebagai bagian dari khidmah terbaik kita untuk Al-Qur’an, untuk Nusa Tenggara Barat, dan untuk Indonesia.”
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran LPTQ NTB sebagai lembaga strategis dalam membangun ekosistem pembinaan Al-Qur’an yang terukur, profesional, dan berorientasi prestasi nasional.
Penulis : Ahmad Imamul Huda














Leave a Reply