Bakti Stunting: Telkomsel Bersama Lakpesdam NU NTB Sasar 100 Penerima Manfaat Di Lombok Utara

Lombok Utara – Telkomsel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Berbagi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah mencegah stunting di Nusa Tenggara Barat. Kali ini, Telkomsel berkolaborasi dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) NTB menyasar keluarga dengan anak berisiko stunting, di Lombok Utara.


Kegiatan bertajuk Bakti Stunting ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara. Sebanyak 100 keluarga dengan anak berisiko stunting ditetapkan sebagai penerima manfaat utama dalam program tersebut.
Program Bakti Stunting difokuskan pada pemberian paket nutrisi berupa sembako guna mendukung pemenuhan gizi seimbang, serta edukasi kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini melibatkan kader posyandu, orang tua balita, pendamping desa berdaya, serta pemerintah desa setempat agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan berkelanjutan.


Kepala Desa Sigar Penjalin Zawil fadli, menyambut baik langkah Telkomsel bersama Lakpesdam NU NTB yang menjadikan Sigar Penjalin sebagai lokasi kegiatan bakti stunting.
“Atas nama pemerintah desa, saya menyampaikan terima kasih kepada Telkomsel dan Lakpesdam NU yang turut ambil bagian dalam mendukung upaya pemerintah dalam mencegah stunting, khususnya di desa kami. Semoga kegiatan seperti ini membantu kami menurunkan angka stunting di Desa Sigar Penjalin” harapnya.


Territory Mobile Consumer Business Telkomsel Lombok, M. Sayiful Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program CSR Berbagi merupakan wujud nyata kepedulian Telkomsel terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.


“Melalui Bakti Stunting, Telkomsel berupaya memberikan dampak nyata bagi 100 keluarga penerima manfaat. Tidak hanya melalui bantuan nutrisi, tetapi juga edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar kualitas kesehatan ibu dan anak dapat terus meningkat. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian kartu perdana Telkomsel sebagai sarana edukasi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU NTB, Muhammad Jayadi, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam menjawab persoalan stunting yang berkaitan erat dengan persoalan sosial, termasuk praktik kawin anak. “Pendekatan kesehatan harus berjalan seiring dengan pendekatan sosial dan edukasi keluarga. Program ini menjadi contoh kolaborasi multipihak yang langsung menyentuh 100 keluarga dengan anak stunting, termasuk keluarga penyintas kawin anak yang sangat rentan terhadap risiko stunting di Desa Sigar Penjalin,” jelasnya.


Selain penyaluran paket nutrisi, Telkomsel juga memberikan bantuan uang tunai kepada dhuafa yang tercatat sebagai keluarga miskin ekstrem di Desa Sigar Penjalin.
Melalui program Bakti Stunting ini, Telkomsel bersama Lakpesdam NU NTB berharap dapat berkontribusi dalam menekan angka stunting sekaligus memutus dampak jangka panjang dari praktik kawin anak, demi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat, berkualitas, dan berdaya saing

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *