Kediri,nuntb.or.id Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, tidak hanya menjadi arena pembahasan isu-isu strategis keagamaan dan organisasi. Forum yang dihadiri perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia itu juga menjadi panggung konsolidasi besar menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar dalam waktu dekat.
Mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkuat Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”, Munas-Konbes kali ini menegaskan kembali komitmen NU sebagai organisasi keagamaan yang terus berupaya menjawab tantangan zaman. Beragam isu mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga persoalan sosial-keumatan menjadi bahan pembahasan dalam sidang-sidang komisi yang berlangsung selama forum tersebut.
Di tengah dinamika pembahasan berbagai agenda strategis, perhatian peserta juga mengarah pada penentuan lokasi Muktamar ke-35 NU. Sejumlah perwakilan daerah menyuarakan harapan agar Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah perhelatan tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama itu.
Dukungan terhadap NTB bukan tanpa alasan. Selain dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang memadai, daerah yang dikenal sebagai Bumi Gora tersebut juga memiliki basis warga Nahdliyin yang kuat serta jaringan pesantren yang berkembang pesat. Posisi NTB yang berada di kawasan Indonesia Timur dinilai dapat menghadirkan semangat baru dalam pemerataan pembangunan organisasi dan penguatan khidmah NU di berbagai daerah.
Bagi kalangan Nahdliyin asal NTB, peluang menjadi tuan rumah Muktamar bukan sekadar soal prestise. Lebih dari itu, momentum tersebut dipandang sebagai kesempatan strategis untuk memperluas syiar Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat jejaring pendidikan pesantren, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui perputaran aktivitas yang lahir dari kehadiran ribuan peserta dari seluruh penjuru Nusantara.
Perhelatan berskala nasional itu juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta berbagai sektor jasa lainnya yang menjadi penopang ekonomi daerah. Efek berganda dari penyelenggaraan Muktamar diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat NTB.
Optimisme tersebut diperkuat dengan dukungan berbagai elemen daerah, mulai dari pemerintah daerah, kalangan pesantren, perguruan tinggi, badan otonom NU, hingga masyarakat Nahdliyin. Sinergi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menghadirkan penyelenggaraan Muktamar yang aman, nyaman, dan representatif bagi seluruh peserta.
Munas dan Konbes NU di Ploso tidak hanya menjadi ruang perumusan kebijakan organisasi, tetapi juga menjadi titik awal konsolidasi menuju Muktamar ke-35. Dari forum inilah berbagai aspirasi daerah mengemuka, termasuk harapan besar agar NTB memperoleh amanah sebagai tuan rumah. Aspirasi tersebut mencerminkan semangat pemerataan khidmah dan tekad untuk memperkuat peran NU di seluruh penjuru Indonesia.
Jika kepercayaan itu diberikan, NTB tidak hanya akan menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar, tetapi juga simbol penguatan peran Nahdlatul Ulama di kawasan timur Indonesia, sekaligus bukti bahwa denyut perjuangan jam’iyah terus tumbuh dan berkembang hingga ke berbagai pelosok Nusantara.






